SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN

Nama : m fijai nuramin

Kelas : pai 4c

Nim :11901334

• SISTEM EVALUASI PEMBELAJARAN


Evaluasi pembelajaran merupakan proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan. Untuk memperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan pembelajaran evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang telah tertuang dalam UU nomor 20 tahun 2003 sisdiknas pasal 3, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha esa, akhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,  mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab ( mulyasa, 2007 : 4 )

Maksudnya disini adalah seorang manusia dituntut untuk terus belajar mengembangkan kemampuan yang ada dalam diri masing-masing jiwa dan tidak lupa berakhlak yang baik. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang dikemukakan oleh pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, yaitu keterkaitan antara kegiatan guru dengan siswa.

kegiatan belajar siswa ditentukan oleh kegiatan guru dalam mengajar salah satu usaha untuk mengoptimalkan pembelajaran adalah dengan cara memperbaiki pengajaran yang banyak dipengaruhi oleh guru karena, pengajaran adalah suatu sistem, maka perbaikan nya harus mencakup keseluruhan komponen dalam sistem pengajaran tersebut. Komponen-komponen yang penting diantaranya adalah tujuan, materi dan evaluasi.

guru harus mampu mengukur kompetensi yang telah dicapai oleh siswa dari setiap proses pembelajaran atau setelah beberapa unit pelajaran atau bisa disebut beberapa mata pelajaran. Sehingga guru dapat menentukan keputusan terhadap siswa tersebut, apakah guru diadakan perbaikan serta menentukan rencana pembelajaran berikutnya baik dari segi materi ataupun rencana strategi nya. Oleh karena itu, guru setidaknya mampu menyusun instrumen tes maupun non tes, maupun membuat keputusan lagi posisi siswanya, apakah telah dicapai harapan penguasaan nya secara optimal atau belum. kemampuan yang harus dimiliki oleh guru kemudian menjadi suatu kegiatan di rutin itu membuat tes, melakukan pengukuran, dan mengevaluasi dari kompetensi siswa-siswanya sehingga mampu menetapkan kebijakan pembelajaran selanjutnya.

evaluasi merupakan proses yang harus dilaksanakan untuk mengetahui tingkat target pencapaian kinerja maupun dalam upaya peningkatan mutu suatu organisasi. Sekolah sebagai suatu organisasi juga perlu melaksanakan suatu sistem evaluasi. dengan tujuan mengetahui tingkat pencapaian kinerja sekolah yang nantinya akan digunakan dalam proses perencanaan dan siklus pengembangan mutu sekolah.

Guru adalah sumber daya utama dari organisasi sekolah. Sehingga evaluasi terhadap guru merupakan bagian paling penting dari suatu sistem evaluasi dalam sekolah. bahkan terdapat tanggapan penilaian guru dalam berbagai integral dari praktik mengevaluasi sekolah ( stake, 1989 ). sebab kualitas guru diyakini berperan penting dalam meningkatkan keseluruhan kualitas pendidikan ( Peterson, 2000; 450 ). evolusi pembelajaran merupakan suatu usaha untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar. informasi-informasi diperoleh dari pelaksanaan evaluasi pembelajaran pada gilirannya digunakan untuk memperbaiki kualitas proses belajar mengajar.

 

Pengertian sistem evaluasi pembelajaran

Evaluasi dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung dan berkesinambungan. proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa itu mencapai tujuan pendidikan.

Guru sebagai pengarah dan pembimbing, sedang siswa sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan yang terjadi pada diri siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar, maka guru bertugas melakukan suatu kegiatan yaitu penilaian atau evaluasi atas ke tercapaian siswa dalam belajar. selain memiliki kemampuan untuk menyusun bahan pelajaran dan keterampilan menyajikan bahan untuk mengkondisikan keaktifan siswa belajar, guru diharuskan memiliki kemampuan mengevaluasi ke tercapaian  belajar siswa, karena evaluasi merupakan salah satu komponen penting dari kegiatan belajar mengajar.

Evaluasi berasal dari bahasa inggris itu evaluation. Menurut mehrens dan Lehmann yang dikutip oleh Ngalim Purwanto, evaluasi dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan (Ngalim Purwanto, 2004 ; 3 ).

Hubungan dengan kegiatan pengajaran, evaluasi mengandung beberapa pengertian, diantara adalah :

a. Menurut Norman Gronlund, yang dikutip oleh Ngalim Purwanto dalam buku prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajaran, evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan keputusan sampai sejauh mana tujuan dicapai oleh siswa.

b. Wrightstone dan kawan-kawan, evaluasi pendidikan adalah penafsiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan di dalam kurikulum ( Ngalim Purwanto, 2004 ; 3).

 

Tujuan dan fungsi evaluasi pembelajaran

Dilihat dari fungsinya yaitu dapat memperbaiki program pengajaran, maka evolusi pembelajaran dikategorikan ke dalam penilaian formatif dan evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan pada akhir program belajar mengajar untuk melihat tingkat keberhasilan proses bagian mengajar itu sendiri ( Nana Sudjana, 1991 ; 5 ). Menurut Anas Sudjiono, evolusi formatif ialah evaluasi yang dilaksanakan di tengah-tengah atau pada saat berlangsungnya proses pembelajaran, yaitu dilaksanakan pada setiap kali satuan program pelajaran atau sub pokok bahasan dapat diselesaikan, dengan tujuan pengajaran yang telah ditentukan (Anas, Sudjiono, 2006 ; 23 ).

sejarah umum dalam bidang pendidikan evaluasi bertujuan untuk.

a) memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikulum setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

b) mengukur dan menilai sampai di manakah efektivitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.

Adapun yang menjadi tujuan khusus dari kegiatan evaluasi dalam bidang pendidikan adalah :

a) untuk merangsang kegiatan peserta didik dan menempuh program pendidikan.

b) untuk mencari dan menemukan faktor-faktor penyebab keberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan, hingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikan nya ( Anas Sudiono, 2006 ; 17.

Evaluasi dalam pembelajaran dilakukan untuk kepentingan pengambilan keputusan, misalnya tentang akan digunakan atau tidaknya suatu pendekatan, metode, atau teknik. Dalam keadaan pengambilan keputusan proses pembelajaran, evaluasi sangat penting karena telah memberikan informasi mengenai ke terlaksana and proses belajar mengajar, sehingga dapat berfungsi sebagai pembantu dan pengontrol pelaksanaan proses belajar mengajar. Dengan demikian, betapa penting fungsi evaluasi itu dalam proses belajar mengajar.

Secara garis besar revolusi berfungsi untuk ( Slameto, 2001 ; 15-16 ):

a. Mengetahui kemajuan kemampuan belajar murid. Dalam evaluasi formatif, hasil dari evaluasi selanjutnya digunakan untuk memperbaiki cara belajar siswa.

b) mengetahui status academy seorang siswa dan kelasnya.

c) mengetahui penguasaan, kekuatan dalam kelemahan seseorang siswa atau suatu unit pelajaran.

d) mengetahui efisien metode pengajar yang digunakan guru.

e) menunjang pelaksanaan BK di sekolah.

f) memberi laporan kepada siswa dan orang tua.

g) hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan promosi sekolah.

h) hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan pengurusan atau streaming.

i) hasil evaluasi dapat digunakan untuk keperluan perencanaan pendidikan.

j) memberi informasi kepada maha masyarakat yang memerlukan.

k) merupakan feedback bagi siswa, guru dan program pengajaran.

i) sebagai alat motivasi belajar mengajar.

m) untuk keperluan pembangunan dan perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan ( Ngalim Purwanto, 1987 ;7 ).

Comments