KURIKULUM
Mama : m fijai nuramin
Kelas : PAI 4c
Nim : 11901334
A. Hakikat Kurikulum dan
Pembelajaran
• Konsep Kurikulum
Kurikulum merupakan alat
yang sangat penting dalam menjamin
keberhasilan proses pendidikan,
artinya tanpa kurikulum yang baik
dan tepat akan sulit mencapai tujuan
dan sasaran pendidikan yang dicita-citakan. Istilah kurikulum berasal
dari bahasa Yunani Kuno
yaitu“curir” yang artinya pelari dan
“curere” yang artinya tempat
berpacu. Kurikulum diartikan jarak
yang harus ditempuh oleh pelari.
Istilah kurikulum tersebut
berkembang kemudian diterapkan
dalam pendidikan. Kurikulum dalam
pendidikan diartikan sebagai
sejumlah mata pelajaran yang harus
ditempuh atau diselesaikan anak
didik untuk memperoleh ijasah.
Banyak ahli kurikulum
mendefinisikan pengertian
kurikulum di antaranya seperti yang
dikemukakan oleh Hilda Taba (1962)
dalam (Munir, 2008: 27) yang
mendefinisikan kurikulum sebagai
rencana belajar dengan
mengungkapkan, bahwa
a
curriculum is a plan for learning.
Dengan kata lain, kurikulum adalah
rencana pendidikan atau
pembelajaran. Senada dengan hal itu,
Nana Syaodih Sukmadinata (2010)
mengatakan bahwa Kurikulum
merupakan suatu rencana yang
memberi pedoman atau pegangan
dalam proses kegiatan belajar
mengajar.
Keberadaan kurikulum
sebagai salah satu komponen
pendidikan berada pada posisi yang
strategis dimana peran utamanya
sebagai pedoman dalam kegiatan
pembelajaran. Kegiatan pendidikan
yang diharapkan dapat berjalan
dengan baik harus memperhatikan
kondisi kurikulumnya, karena
pengalaman yang akan diberikan di
dalam kelas pada pelaksanaan
pendidikan akan mengacu pada
kurikulum. Kurikulum menempati
posisi sentral dalam proses
pendidikan. Kiranya bukanlah
sesuatu yang berlebihan jika
dikatakan bahwa proses pendidikan
dikendalikan, diatur, dan dinilai
berdasarkan kriteria yang ada dalam
kurikulum. Dari beberapa konsep
yang dikemukakan di atas dapat
disimpulkan bahwa konsep
kurikulum terdiri atas tiga yaitu
kurikulum sebagai substansi,
kurikulum sebagai sistem, dan
kurikulum sebagai bidang studi.
Konsep pertama, kurikulum
sebagai suatu substansi. Suatu
kurikulum dipandang orang sebagai
B. Pentingnya Pemahaman
Konsep Kurikulum dan
Pembelajaran bagi Calon Guru
Pendidikan Seni.
Setiap calon pendidik dan
tenaga kependidikan harus memiliki
kualifikasi akademik dan kompetensi
sebagai agen pembelajaran, sehat
jasmani dan rohani, serta memiliki
kemampuan untuk mewujudkan
tujuan pendidikan nasional.
Kualifikasi akademik yang
dimaksudkan di atas adalah tingkat
pendidikan minimal yang harus
dipenuhi oleh seorang pendidik dan
tenaga kependidikan yang dibuktikan
dengan ijazah dan/atau sertifikat
keahlian yang relevan sesuai
ketentuan perundang-undangan yang
berlaku. Kualifikasi akademik
tersebut diselenggarakan oleh LPTK
yang berperan menghasilkan lulusan
yang berkualitas yang memiliki
kompetensi sesuai dengan amanat
Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
tentang guru dan dosen. Sebagai
seorang calon pendidik dan tenaga
kependidikan profesional,
kompetensi yang dimiliki mahasiswa
harus sesuai dengan yang
diamanatkan dalam Peraturan
Pemerintah RI Nomor 74 Tahun
2008 tentang Guru, pasal 3 yang
menyatakan bahwa kompetensi guru
meliputi kompetensi pedagogik,
kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi profesional.
Penguasaan kompetensi pedagogik
pada dasarnya tidak terlepas dari
pemahaman tentang kurikulum dan
pembelajaran. Setiap seorang calon
pendidik dan tenaga kependidikan
selain menguasai kemampuan teknis
yang relevan dengan tugasnya, harus
memiliki kemampuan koseptual
mengenai kurikulum dan
pembelajaran termasuk
mengembangkan kurikulum yang
terus mengalami perbaikan seperti
kurikulum 2013.
Salah satu upaya
mengembangkan kompetensi calon
pendidik dan tenaga kependidikan,
maka diperlukan pemahaman dan
penguasaan terhadap
konsep
kurikulum dan pembelajaran baik
secara teoritis maupun praktis.
Adapun fungsi dari mata kuliah
Kurikulum dan Pembelajaran yaitu
membekali mahasiswa calon
pendidik dan tenaga kependidikan
dengan berbagai pemahaman dan
wawasan tentang konsep dan praktik
yang berhubungan dengan kurikulum
dan pembelajaran serta dapat
mengaplikasikannya dalam proses
pembelajaran.
Comments
Post a Comment