PENTINGNYA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MASA KINI

Dalam rangka pendalaman dan perluasan wawasan peserta didik dalam pendidikan islam, pendidik perlu strategi sehingga para orang tua dapat mengetahui keunggulan pendidikan islam dari sistem lainnya. Berdasarkan hal tersebut pendidikan islam berfungsi menghasilkan manusia yang indah di dunia dan kehidupan yang indah di akhirat serta terhindar dari siksaan Allah yang pedih.
Lalu bagaimana kondisi pendidikan islam saat ini, apakah sudah melahirkan manusia-manusia yang bermartabat, atau justru melahirkan orang-orang yang hanya akan merusak dunia ini yang dampaknya sampai ke akhirat. Hal ini sangat di sayangkan bila begini hasilnya, pendidikan agama islam hanya menjadi formalitas belaka dari sebuah keyakinan. Padahal allah telah menyatakan’’ agama yang di ridhoi di sisi-Nya adalah agama islam’’ dan ‘’sebaik-baik orang adalah yang mempelajari al-qur’an dan mengajarkannya’’. Islam begitu mengatur dengan baik untuk kemaslahatan manusia tapi manusia itu sendiri yang justru menjauh dari kemaslahatan itu.
Tidak akan ada habisnya kalau kita membicarakan pendidikan agama islam saat ini. Peserta didik diminta jangan mengambil yang bukan hak milik kita,sebab mengambil hak yang bukan milik kita itu tidak baik. Tapi mengambil yang bukan hak milik kita ada pengecualiaan, kepada siapa pengecualian itu? jawabannya Kepada mereka yang mencontohkan mengambil yang bukan hak miliknya. Emang gak kasihan apa, warga bersusah payah kerja untuk urusan akhirat dan mempercayakan pemimpinnya untuk hal tersebut tapi kenyataan tak seindah mimpi. Jangan heran juga pendidikan islam saat ini bukan jadi solusi yang ampuh untuk merubah sikap yang sesuai dengan anjuran agama.
Jadi, sekarang ini bagaimana nasib pendidikan agama untuk peserta didik apa masih layak untuk di cantumkan dalam sistem pendidikan nasional? kayaknya lebih baik tidak dicantumkan be dari pada pendidikan islam di cantumkan tapi outputnya gak sesuai dengan orang yang beragama. Padahal kita nih mahkluk ciptaan tuhan yang paling sempurna ,terus kenapa gak bisa bersikap dan bertindak minimal mendekati sempurna saja lah.
Maka nikmat tuhan mana lagi yang kau dustakan? allah menyebutkan ini sebanyak 31x dalam QS. Ar-Rahman apa masih kurang pertanyaan Allah untuk kita? Sungguh terlalu kita sebagai manusia jika kita perna merasa puas dengan yang kita dapatkan. Nyawa ini tuhan titipkan untuk kita, apalagi hanya harta atau jabatan, kapan saja yang Empunya pasti akan diambil.

Kembali lagi kependidikan islam masa kini. Pergaulan sebagai salah satu contoh yang memiriskan dengan suburnya berkembang di negara kita ini. Gimana gak memiriskan, anak-anak di bawah umur dengan bangganya melakukan hubungan yang selayaknya di lakukan suami istri, kalau kata dosen saya gini’’ saya itu susah membedakan mahasiswa saya yang sudah menikah dan yang belum menikah, kenapa karena jalannya berangkulan, padahal kuliahnya di IAIN. tapi kalau di tanya sudah nikah atau belum jawabnya belum pak’’. Anehkan? Dari lingkungan keagamaan saja begimni bagamana dengan lingkungan umum.
Ngomong-ngomong soal rangkul merangkul,Didepan umum saja berani berangkulan apalagi kalau udah berduaan,,nauzubilla min zalik. seperti apa pendidikan islam ini sebenarnya, apakah masih mampu membentuk ahklak yang baik, bermartabat, dan bertakwa atau tidak? Siapa yang harus persalahkan dalam hal ini, orang tua kah, pendidik, llingkungan, atau diri sendiri? Tapi kalau kembalinya pada diri kita, mungkin ada jawabnya begini’’ orang tua saja gak melarang kenapa kalian yang ngelarang’’.
Kalau sudah seperti ini model indonesia i bagaimana nanti? Pendidikan islam tidak akan berpengaruh pada sikap dari peserta didik. Sebagus apapun media dan metode pembelajaran yang di terapkan untuk pendidikan agama islam di sekolah tapi sekembalinya di rumah orang tua tidak menerapkan nilai-nilai agama untuk apa yang ada hanya omong kosong. Begitu juga sebaliknya orang tua di rumah berdo’a dan untuk anak-anaknya tapi anaknya bergaul sesuai dengan semuanya dia,,ya percuma.,
Mencapai sesuatu yang maksimal maka usahanya pun harus maksimal. Usaha untuk memperthankan pendidikan agama yang melahirkan manusia-manusia yang bermartabat, berahklak mulia serta bertakwa. Usahanya di mulai dari kita sendiri. Namun hal itu buat saya ragu, apa setiap pribadi sadar dengan hal seperti ini? Semoga saja iya. ‘’kalau bukan kita siapa lagi? dan kalau bukan sekarang kapan lagi?’’
Awal dari sebuah kesadaran nantinya akan menciptakan sesuatu yang baik. Baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain. Tidak perlu menceramahi orang dengan seribu ayat dan seribu hadist jika kita tidak mengamalkan itu. Cukup berikan contoh melalui sikap dan perbuatan kita, tapi jangan juga jadi orang yang sering ngomonnya ini HARAM, ini DOSA, dan KAMU KAFIR. Gak harus seperti itu. Jadilah seseorang yang bertakwa tidak hanya untuk tuhannya tapi juga untuk untuk umatnya tanpa harus mengatakan sesuatu yang nantinya mereka juga bisa berfikir agama itu banyak embel-embelnya. Tapi Bagaimana caranya mereka bisa berfikir banyak solusi yang Tuhan tawarkan untuk kehidupan yang bahagia didunia maupun akhirat.
Begitu juga pendidikan islam, sebagai orang tua harus bisa menanamkan pendidikan agama kepada anak-anaknya. Kalau imam ALGAZALI mengatakan ‘’ didik anak 20 tahun sebelum iya lahir’’ minimal sebagai orang tua mendidik ketika dia dalam kandungan. Seorang guru pun demikian, jangan hanya sekedar teori tapi praktenya juga, karena guru itu di gugu dan di tiru. Jadi, berikan sesuatu yang baik yang bisa peserta didik contoh. Nantinya juga di akhirat Allah akan memintah pertanggung jawaban atas apa yang telah kita sampaikan apalagi soal agama.


Comments